Masuk Ekstrakurikuler Sekolah, Dojo PERKEMI Sumba Timur Bertambah

Upaya lebih memasyarakatkan olahraga beladiri Shorinji Kempo dibawah organisasi induknya, Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI) di kabupaten Sumba Timur terus dilakukan jajaran kepengurusan periode 2021 – 2025 dengan menambah Dojo (sasana) tempat latihan baru yang tersebar dari kota hingga wilayah kecamatan – kecamatan yang ada di Sumba Timur. Selain itu, olahraga beladiri Kempo juga masuk dalam kegiatan resmi ektrakurikuler siswa di sejumlah sekolah.  Hal itu diungkapkan Ketua Umum Pengurus Kabupaten (Pengkab) PERKEMI Sumba Timur, Djunaidi Bin Garib.

Menurut Djunaidi, saat ini  ada penambahan sedikitnya enam Dojo baru yaitu, Dojo SMP Negeri Karera, Dojo SMP Negeri 3 Waingapu,  Dojo SMP Muhammadiyah Waingapu,  Dojo SMP Negeri II Kondamara Lewa, Dojo SMA Negeri 1 Haharu, dan Dojo SMA Negeri 1 Pandawai.  Jadi untuk sementara ini jumlah Dojo PERKEMI Sumba Timur ada 13 Dojo. Dan dalam waktu dekat ini juga akan menyusul Dojo-Dojo PERKEMI  baru lagi di sekolah-sekolah yang ada di wilayah kecamatan Kota Waingapu dan Kecamatan-Kecamatan lainnya di Sumba Timur. Dan kita  targetkan minimal 60 persen dari 22 kecamatan di Sumba Timur miliki Dojo PERKEMI. Olahraga beladiri Shorinji Kempo  juga sudah ada yang masuk dalam kegiatan resmi ekstrakurikuler siswa di sekolah yang ada Dojo PERKEMI seperti di Dojo PERKEMI” tegasnya.

Legalitas Dojo-Dojo PERKEMI di Sumba Timur, menurutnya, akan diusulkan serentak kepada Pengprov NTT untuk diteruskan ke PB PERKEMI sehingga memiliki kode Dojo dan legal termasuk struktur Dojo yang sudah ada diupgrade kembali kepengurusannya untuk masa bhakti 2021-2025. Dikatakan, upaya tersebut dalam rangka mendukung  upaya Pengprov PERKEMI NTT mempertahankan predikat  NTT sebagai kiblat utama olahraga beladiri Shorinji Kempo di Indonesia. Ditanya ketersediaan tenaga pelatih Kempo menjawab penambahan jumlah Dojo baru PERKEMI, menurutnya, tidak masalah.  “Kenshi-Kenshi yang tingkatannya minimal  Kyu I dan I DAN di semua Dojo yang sudah ada  dan sudah memenuhi kriteria sebagai pelatih kita sebar lagi   ke Dojo – Dojo baru yang dibentuk. Jadi Kenshi-Kenshi yang sudah memenuhi kriteria pelatih tidak boleh menumpuk hanya di satu atau dua Dojo saja  tapi harus menyebar di Dojo-Dojo  yang baru dibentuk. Ini juga bagian dari upaya pengkaderan berlapis sehingga muncul Kenshi-Kenshi baru sebagai penerus olahraga beladiri Kempo di Sumba Timur kedepannya,” pungkasnya. 

Sumber Berita : https://kupang.tribunnews.com/2021/05/29/masuk-ekstrakurikuler-sekolah-dojo-perkemi-di-sumba-timur-bertambah

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *