PERKEMI Sumba Timur & Pertamina Juga SMA Muhammadiyah MoU Bentuk Dojo

Aneka terobosan terus di jajaran Pengurus Kabupaten Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Pengkab PERKEMI) Sumba Timur, NTT, dalam mengembangkan dan mensosialisasikan olahraga bela diri asal Jepang itu. Olah raga yang merupakan karya dan kreasi Doshin So (IX DAN) itu kini terus meraih simpati ragam kalangan di tana Marapu.

Rustam sebagai Kepsek SMA Muhammadiyah, sedangkan Dedi S. Widodo mewakili pihak Pertamina.

MoU PERKEMI Sumba Timur dan Dojo PT.PERTAMINA FUEL TERMINAL Waingapu

Ketua Umum (Ketum) Pengkab PERKEMI Sumba Timur, Djunaidi Bin Garib mengungkapkan, kerjasama tertulis dalam bentuk MoU itu selain mempertegas legalitas Dojo PERKEMI juga dimaksudkan agar adanya kesepahaman tertulis soal hak dan kewajiban antara kedua belah pihak melalui pembentukan Dojo PERKEMI, baik yang didirikan di lembaga pendidikan, maupun di instansi lainnya termasuk instansi pemerintah, BUMN, BUMD, juga instansi swasta. Dikatakan, sejumlah Dojo PERKEMI yang sudah terbentuk sebelum masanya.

Sebagai Ketum Pengkab PERKEMI, kata Djunaidi, MoU penting dilakukan sehingga keberadaan Dojo – Dojo PERKEMI yang menggunakan fasilitas lembaga lain memiliki status yang jelas dan resmi.

“PERKEMI adalah organisasi beladiri resmi yang didirikan pada pada tanggal 2 Februari1966 oleh sensei Indra Kartasasmita, sensei Ginanjar Kartasasmita dan sensei Utin Sahraz. Dan sebagai organisasi beladiri resmi, ketika menjalin kerjasama dengan organisasi lain yang juga resmi seperti pembentukan Dojo maka harus dilakukan dengan resmi dan profesional melalui MoU,” jelasnya.

Masih kata Djunaidi yang juga mantan Jawa Pos grup itu, jumlah Dojo juga terus seiring dengan ditambahnya dua Dojo baru yang segera dibentuk yaitu Dojo PT (Persero) PERTAMINA Waingapu dan Dojo SMA Muhammadiyah Waingapu. Dengan penambahan dua dojo ini total telah ada 16 Dojo. Diakuinya banyak permintaan resmi dan tertulis pada Pengkab PERKEMI Sumba Timur oleh instansi lain terkait pembentukan Dojo baru.

“Kita tentu akan memenuhi permintaan tersebut satu persatu yang juga harus dipatutkan dengan ketersediaan tenaga pelatih yang ada. Dan untuk ketersediaan tenaga pelatih PERKEMI sangka saya tidak masalah karena per tahun kita selalu menggelar pemantapan teknik dan ujian kenaikan tingkat (UKT) secara rutin bagi Kenshi yang diiringi dengan pendidikan dan latihan (Diklat) bagi pelatih dan wasit PERKEMI,” pungkasnya.

Sumber Berita : Waingapu.com, Penulis Ion

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *