Sejarah PERKEMI Sumba Timur


Mahasiswa asal Indonesia yang mengikuti program pertukaran pelajar dan mahasiswa   itu adalah Sensei   Drs. Indra Kartasasmita, M.Sc, Sensei Prof DR. Ginanjar Kartasasmita, dan Sensei almarhum Ir. Utin Syahras. Mereka tidak hanya belajar di bangku perkuliahan tapi juga  mengisi waktu luang dengan mendatangi Honbu Shorinji Kempo dan mendalami ilmu beladiri tersebut yang dilatih langsung oleh penciptanya, Kaiso Doshin So. Usai menyelesaikan studinya, mereka pulang ke Indonesia dan tepatnya pada tanggal 2 Februari 1966, bersama Sensei almarhum Ir. Sidartha A. Martoredjo, mendirikan PERKEMI        sebagai organisasi resmi ilmu beladiri Shorinji Kempo. PERKEMI adalah anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sejak 25 September 1970 dan anggota Komite Olimpiade Indonesia (KOi) dengan sertifikat member per tanggal 28 Februari 2018.

llmu beladiri Shorinji Kempo berasal dari negeri Sakura   Jepang diciptaan oleh Kaiso Doshin Do dan  kemudian berkembang pesat di semua negara di dunia tidak terkecuali Indonesia. Di Indonesia, Shorinji Kempo dibawa oleh beberapa mahasiswa asal Indonesia yang mengikuti program pertukaran pelajar dan mahasiswa antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang. World Shorinji Kempo Organization (WSKO) adalah organisasi induk beladiri Shorinji Kempo untuk tingkat dunia. Dan Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI) adalah organisasi induk beladiri Shorinji Kempo di Indonesia.

Beladiri Shorinji Kempa yang mengajarkan tiga unsur : Goho (pukulan,tendangan dan tangkisan). Juho (tangkapan, bantingan, kuncian dan lemparan). Dan Seiho (totokan dan pijatan pada bagian tubuh tertentu yang dapat berfungsi ganda; bisa digunakan untuk melumpuhkan lawan sekaligus  bisa digunakan untuk pengobatan. Namun ilmu dan tehnik Seiho baru dapat diajarkan jika praktisi Shorinji Kempa sudah menguasai Goho dan Juho dengan sempurna) itu, kemudian menyebar di seluruh Indonesia hingga di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di NTT, ilmu beladiri Shorinji Kempa dibawa oleh Sensei senior almarhum Barnabas Balla nDjurumana, SH (11 DAN) pada tahun 1976 setelah bertemu dan diminta langsung aleh  mantan Gubernur NTT ketika itu almarhum Brigjen TNI El Tari untuk pulang dan mengembangkan Sharinji Kempa di NTT dan menjadikan alahraga beladiri tersebut sebagai alahraga prestasi unggulan yang dapat membawa harum nama NTT di kancah nasianal dan internasianal. Almarhum Barnabas Balla nDjurumana, SH yang banyak mengukir prestasi sebagai atlet mewakili Pravinsi Jawa Tengah setelah menyelesaikan  pendidikan Sarjana Hukum (S1) nya di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), akhirnya pulang ke NTT dan menyebarka n Sharinji Kempa sekaligus mendirikan organisasi PERKEMI yang berkembang pesat hampir pada semua Kabupaten/Kata di NTT.

Lalu bagaimana sejarah beladiri Sharinji Kempo dan PERKEMI di Kabupaten Sumba Timur? Olahraga beladiri prestasi Shorinji Kempa mulai berkiprah di  Kabupaten Sumba Timur awalnya dibawa oleh Senpai senior  Umbu Seling Kalaway, Bsc (I DAN) setelah ia berhasil dalam pendidikannya di UKSW Salatiga – Jawa Tengah pada tahun 1979. Kenshi pertama yang dilatih Umbu Seling Kalaway, BSc ketika itu adalah Senpai senior Roberto lrawan/Obed Jie (11 DAN). Beberapa waktu kemudian, bersama rekannya Senpai senior Jacob Tanda, BA (II Kyu), Umbu Seling Kalaway, BSc merintis berdirinya PERKEMI Kabupaten Sumba Timur   dan mendaulat Drh. Palulu Pabundu Ndima, M.Si sebagai Ketua Umum. Selama hampir 42 tahun, sudah ribuan Kenshi tercatat sebagai anggota PERKEMI dan prestasi demi prestasi dibawah kepemimpinan Drh. Palulu Pabundu Ndima, MSi bersama seluruh jajara nnya, berhasil ditoreh dari tangan­ tangan atlet PERKEMI baik ditingkat lokal, regional dan nasional. Setelah 42 tahun berlalu dan sebagai bagian dari penyegaran organisasi, berdasarkan hasil Musyawarah Persaudaraan Kabupaten (MUPERKAB) yang diselenggarakan di gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi, dibuka Bupati Sumba Timur Drs. Khristofel Praing, MSi, dihadiri Wakil Ketua Harian KONI Sumba Timur Domu Warandoy, SH, Sekretaris Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) PERKEMI NTT George M. Hadjoh (V DAN), Kenshi-Kenshi senior dan seluruh pengurus Dojo PERKEMI se – Kabupaten Sumba Timur pada Kamis 31 Maret 2021, PERKEMI Sumba Timur melakukan regenerasi kepemimpinan dimana posisi Ketua Umum dipercayakan pada Senpa i Djunaidi Bin Garib (I DAN).